Blog Hukum FYH

Posted on: 12/12/2009

PERANAN LEMBAGA ANJAK PIUTANG DALAM EKONOMI INDONESIA

Oleh: Fauzie Yusuf Hasibuan

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Semakin tingginya tingkat persaingan antar perusahaan saat ini akan memaksa perusahaan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggannya. Salah satu cara adalah dengan mempermudah syarat pembayaran produk. Oleh karena itu pembayaran yang ditunda menjadi suatu kebutuhan bagi perusahaan dalam rangka meningkatkan volume penjualannya. Atas penjualan secara kredit tersebut maka perusahaan memiliki tagihan (piutang) kepada pelanggan/customer. Piutang bagi perusahaan akan memperlambat arus kas karena dana tunai/kas baru akan masuk setelah piutang tersebut jatuh tempo. Padahal disisi lain perusahaan membutuhkan uang tunai/kas untuk kegiatan operasionalnya. Jika perusahaan kekurangan kas maka biasanya akan pinjam ke pihak lain misalnya bank. Sekarang ini, perusahaan mempunyai alternatif lain untuk memperoleh dana tunai yaitu dengan menjual atau mengalihkan faktur-faktur piutang yang dimilikinya ke Lembaga Keuangan Anjak Piutang (Factoring). Baca entri selengkapnya »

HAK REGRES DAN HAK TANPA REGRES DALAM KEGIATAN PEMBIAYAAN ANJAK PIUTANG

Hak regres atau hak recourse dalam kamus Bank Indonesia adalah Hak Pemegang Surat Wesel/cek/surat sanggup untuk menagih penarik/endosan/avalis guna mendapatkan pembayaran jika pihak tertarik menolak melakukan pembayaran (recht van regres) dan Recourse juga diartikan hak alih bayar. Baca entri selengkapnya »

JAMINAN DALAM KEGIATAN PEMBIAYAAN ANJAK PIUTANG

Dalam suatu transaksi anjak piutang biasanya pihak penjual piutang (Clien) selalu memberikan jaminan-jaminan tentang piutang yang akan dijual kepada perusahaan anjak piutang. Jaminan tersebut misalnya yang akan dijual bebas dari hak jaminan pihak ketiga. Penjual piutang tidak menjual ulang piutang tersebut dan juga penjual piutang (Clien) menjamin bahwa piutang yang dijual tersebut bebas dari sengketa. Perlunya pihak penjual piutang (Clien) memberikan jaminan seperti itu bertujuan untuk mengurangi resiko non pembayaran oleh debitur (Costumer) yang dibebankan pada perusahaan anjak piutang. Apabila piutang yang dijual tidak dapat ditagih, oleh karena jaminan-jaminan yang diberikan penjual piutang (Clien) tidak benar, maka penjual piutang (Clien) berkewajiban untuk menanggung kerugian dari perusahaan anjak piutang. Baca entri selengkapnya »

JANGKA WAKTU PEMBIAYAAN ANJAK PIUTANG

Bisnis anjak piutang sering digolongkan ke dalam pembiayaan jangka pendek karena itu tagihan-tagihan yang dialihkan oleh penjual piutang (Clien) kepada perusahaan anjak piutang merupakan tagihan-tagihan yang berjangka waktu relatif pendek

Dalam praktek umur tagihan-tagihan tersebut berkisar antara 30 sampai 100 hari. Jadi dengan kenyataan ini bisa dikatakan bervariasi sesuai dengan tagihan yang dicantumkan pada masing-masing invoice. Baca entri selengkapnya »

JENIS PEMBIAYAAN ANJAK PIUTANG

Dalam perkembangan bisnis anjak piutang muncul beberapa jenis atau variasi, bahkan sering dapat mempunyai bentuk-bentuk kombinasi satu sama lain. Dilihat dari sudut keterlibatan penjual piutang (Clien) anjak piutang dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu : Baca entri selengkapnya »