Blog Hukum FYH

UNSUR-UNSUR DALAM KEGIATAN PEMBIAYAAN ANJAK PIUTANG

Posted on: 12/12/2009

UNSUR-UNSUR DALAM KEGIATAN PEMBIAYAAN ANJAK PIUTANG

Kegiatan Anjak Piutang merupakan jasa pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/atau pengalihan serta kepengurusan piutang yang berasal dari transaksi perdagangan Clien kepada Perusahaan Anjak Piutang, Dengan demikian  kegiatan Anjak Piutang terdapat unsure-unsur yaitu  Perusahaan Anjak Piutang (Factor), Penjual Piutang (Clien) nasabah (Costumer), adanya piutang dan proses Pengalihan Piutang.

  1. Perusahaan Anjak Piutang (Factor).

Perusahaan Anjak Piutang adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Adapun yang dimaksud dengan transaksi perdagangan adalah transaksi jual beli barang atau jasa yang pembayarannya dilkakukan secara kredit. Yang dapat menjadi perusahaan Anjak Piutang (Factor) adalah :

1)      Perusahaan yang bergerak khusus dalam usaha anjak piutang

2)      Perusahaan multifinance, yang di samping bergerak di bidang anjak piutang tetapi bergerak di bidang usaha finansial lainnya, seperti bidang leasing, consumer finance, kartu kredit dan sebagainya.

3)      Bank dapat juga diperkenankan beroperasi di bidang usaha anjak piutang berdasarkan Undang-undang Perbankan (UU No. 7 Tahun 1992) yaitu sebagaimana ditentukan dalam Pasal 6 butir (1). Jo. Undang-Undang No. 10 tahun 1988.

  1. Penjual Piutang (Clien)

Penjual piutang (Clien) dalam hal ini adalah pihak yang mempunyai piutang, piutang mana akan dialihkan kepada perusahaan anjak piutang.  Pasal 1 huruf (m) Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1251/KMK.031/1998 memberi arti kepada penjual piutang (Clien) sebagai suatu perusahaan yang menjual dan/atau mengalihkan piutang atau tagihannya yang timbul dari transaksi perdagangan kepada perusahaan anjak piutang (Factor). Dengan demikian penjual piutang (Clien ) diisyaratkan harus merupakan perusahaan, yang berarti usaha dagang perorangan tidak dimungkinkan untuk menjual piutang nya dengan cara anjak piutang.

  1. Nasabah atau Pelanggan atau Costumer

Costumer merupakan pihak (debitur) yang berhutang kepada penjual piutang (Clien), yang selanjutnya dengan kegiatan anjak piutang, piutang yang terbit dari hutang tersebut dialihkan kepada perusahaan anjak piutang (Factor) nantinya nasabah (Costumer) melunasi pembayaran hutangnya. Dengan kata lain nasabah pihak yang membeli barang dari Clien yang pembayarannya dilakukan secara kredit. Dengan demikian kedudukan Costumer adalah debitur (berutang) dan kedudukan Clien sebagai kreditur (berpiutang). Dalam transaksi Anjak Piutang, piutang Clien tersebut selanjutnya dilaihkan kepada Perusahaan Anjak Piutang. Melihat hubungan di atas, terlihat bahwa Costumer mempunyai kedudukan yang penting dalam transaksi Anjak Piutang, karena Costumer-nya yang menentukan macet tidaknya serta lunasnya piutang Clien yang telah dialihkan kepada Perusahaan Anjak Piutang.[1]

  1. Piutang atau Tagihan

Piutang yang merupakan objek bisnis anjak piutang adalah piutang dagang, yang dapat dibagi sebagai berikut :

4)      Piutang uang terdiri dari seluruh tagihan berdasarkan invoice (faktur) dari suatu perusahaan yang belum jatuh tempo.

5)      Piutang yang timbul dari surat-surat beharga yang belum jatuh tempo, misalnya seperti Promissory Notes.

6)      Piutang yang timbul dari suatu proses pengiriman barang.

  1. Pengalihan Piutang

Dalam transaksi Anjak Piutang terjadi proses pengalihan piutang dari Clien kapada Perusahan Anjak Piutang. Agar Peralihan piutang tersebut mempunyai akibat hukum yang sah, maka dalam proses peralihannya harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan dalam KUHPerdata, khususnya dalam Pasal 613 ayat (1)  dan (2) tentang Cessie serta Pasal 1400 tentang Subrogasi. Cessie adalah penyerahan piutang atas nama dari kreditur lama kepada kreditur baru, sedangkan Subrogasi adalah pemindahan hak kreditur kepada pihak ketiga sebagai akibat dibayarnya harga piutang oleh pihak ketiga tersebut. Jadi, dalam Cessie menekankan pada segi pengalihan piutang sedangkan Subrogasi menekankan pada segi pergantian kreditur.

Berdasarkan ketentuan tersebut dalam transaksi Anjak Piutang, pengalihan piutang dari Clien kepada Perusahaan Anjak Piutang dilakukan dengan akta Cessie (Pasal 613 ayat (1) KUHPerdata). Selanjutnya, pengalihan piutang tersebut diberitahukan (notification) kepada atau mendapat persetujuan dari Costumer (Pasal 613 ayat (2) KUHPerdata). Pengalihan piutang dengan sepengetahuan atau persetujuan dari Costumer disebut disclosed facility, adapun jika tidak ada pemberitahuan kepada atau persetujuan dari Costumer disebut undisclosed facility, sehingga nasabah tidak berkewajiban membayar tagihan secara langsung kepada Perusahaan Anjak Piutang (Factor). Apabila perusahaan sudah membayar piutang kepada Clien, maka sesuai dengan Pasal 1400 KUHPerdata kedudukan hak tagih Clien terhadap Costumer berpindah kepada Perusahaan Anjak Piutang.

Perusahaan Anjak Piutang biasanya membayar lebih dahulu harga pembelian piutang Clien yang besarnya hingga 80 % dari harga jual piutang. Adapun sisanya akan dibayar setelah tagihan terhadap Nasabah dibayar lunas setelah dipotong biaya-biaya untuk perusahaan Anjak Piutang. Pembayaran lebih dahulu  (prepayment) ini bukan merupakan panjar (down payment) atau pembayaran tanda jadi karena prepayment merupakan bagian dari pembiayaan atas seluruh harga jual piutang. Dengan demikian fungsi prepayment adalah sebagai fasilitas bagi pembiayaan perusahaan Clien, sehingga kontinuitas usaha terjamin, arus kas (cash flow) tetap lancar, dan resiko akibat kredit macet dapat dicegah.


[1] Sunaryo, Hukum Lembaga Pembiayaan, (Jakarta : Sinar Grafiko, 2008), hal. 80.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: